 | Category: | Movies | | Genre: | Romance |
Film ini menceritakan cinta sejati antara Jane dan Lefroy, dimana cinta mereka tidak direstui, maka mereka sudah setengah jalan melarikan diri untuk kawin lari. Tapi saat ditengah perjalanan, Jane mengetahui bahwa Lefroy memiliki banyak saudara/i yang bergantung pada-nya, sementara diri-nya pun masih bergantung pada pamannya, dimana pamannya tidak merestui hubungan mereka.
Jane mengalah untuk melepaskan Lefroy, tetapi Lefroy menolaknya. Akhirnya Lefroy tidak dapat merubah keputusan Jane.
Hingga tua Jane tidak menikah, sementara Lefroy menikah dan memiliki anak perempuan yang diberi nama Jane. Mereka bertemu saat kedua-nya sudah tua.
Film ini bagus banget, aku nontonnya malem2 saat Dasha dan Papa-nya uda tidur biar nontonnya bisa tenang, duh bukannya tenang malahan aku yang mercucuran air mata ni..huhu! Sedihh film nya tapi feel nya dapet banget..  Dear moms,
Akhir-akhir ini ada rumor yang beredar bahwa tepung beras dengan merk GASOL tidak bermutu baik, menggunakan pengawet, dll. Oleh karena itu hari ini saya meminta klarifikasi kepada Mba Ika (pihak GASOL) mengenai hal tersebut. Saya bermaksud untuk mencari tahu dan meminta GASOL membuat suatu tanggapan agar jangan sampai nama baik GASOL tercemar. Jujur saja, Dasha juga menggunakan tepung beras GASOL, dan Puji Tuhan sampai saat ini baik2 saja. Semoga klarifikasi dari pihak GASOL ini bisa menenangkan hati para Moms.
-------------------- Mbak Putri, Terima kasih atas informasinya. Berikut tanggapan saya mewakili Gasol Pertanian Organik.
Mendengar berita di radio atau tv dan membaca berita di koran, mengenai ulah produsen/pedagang yang nakal, khususnya yang berkaitan dengan produk makanan, sering membuat kita sangat cemas. Mereka tega melakukan hal yang dapat membayakan orang banyak demi mengeruk keuntungan.
Sudah selayaknya kita sebagai orang tua dituntut untuk selalu teliti dan waspada dalam memilih produk yang akan disajikan untuk makanan keluarganya, apalagi untuk buah hati yang masih sangat memerlukan perhatian yakni Balita khususnya Bayi.
Sikap kritis terhadap produk Gasol adalah sikap yang patut diacungi jempol mengingat Produk Gasol bukan hasil dari industri besar dan belum mempunyai nama terkenal atau bukan merupakan lisensi dari Perusahaan Internasional.
Kami sangat menyadari hal itu, oleh karena itu kami berusaha untuk memberikan gambaran tentang kondisi kegitan kami mulai dari pertanian dan hal-hal lain yang diperlukan untuk memberikan jawaban atas keraguan atau pertanyaan customer tentang produk kami. Itu semua bisa dilihat di www.gasolpertanianorganik.blogspot.com atau www.gasolpertanianorganik.com
Bahkan kami membuka pertanian kami untuk dikunjungi dan mengajak keliling setiap rombongan untuk menjelaskan metode yang kami terapkan. Diharapkan dengan informasi ini pengunjung akan tergerak untuk mendukung dan menerapkan pola hidup sehat dan bersahabat dengan alam.
Khusus untuk produksi tepung Gasol memang tidak kami buka untuk umum mengingat proses harus selalu higienis. Kami hanya akan menunjukkan keseriusan kami dalam memproduksi tepung Gasol dengan :
* memperlihatkan mutu bahan baku yang kami pakai - beras/kacang hijau yang sudah dipilih
* alat-alat produksi sederhana tapi berkualitas karena semua kami pesan dengan bahan dasar stailess steel.
* packing yang food grade, mulai dari plastik pembungkus sampai dus yang digunakan
* storage yang aman dan rapat, untuk menghindari tikus, semut, dll.
Khusus untuk pertanyaan "Mengapa Tepung Gasol bisa tahan lama tanpa diberi pengawet ?"
Untuk mengawetkan makanan selain dengan bahan kimia sintetis bisa dengan beberapa cara misalnya diberi gula (contoh manisan), dengan garam (contoh telur asin), disangrai supaya bakteri dan kuman mati disamping itu kadar air menjadi rendah sehingga tidak ditumbuhi jamur (contoh tepung beras, kue kering, dll).
TEPUNG GASOL ADALAH TEPUNG BERAS HOMEMADE YANG BISA DIBUAT SENDIRI DI RUMAH.
Kami membantu membuatkannya karena
1. akan sulit mencari bahan yang bermutu baik, sedang kami memang menanamnya sendiri
2. tidak tahu cara membuatnya
3. tidak ada waktu untuk membuatnya
Sebagai penutup berikut tips yang saya kutip dari NCC-Indonesia yang ditulis oleh Ibu Balqies Batarfie.
Apabila kita berniat membeli produk makanan dan minuman yang beredar di pasaraan, tak ada salahnya jika kita memperhatikan hal-hal berikut:
LABEL (informasi dalam label minimal meliputi) 1. Nama produk 2. Nomor regristrasi 3. Komposisi atau bahan yang digunakan 4. Berat atau isi bersih 5. Nama dan alamat produsen/importir 6. Keterangan kadaluarsa (tanggal, buan, tahun)
KEMASAN 1. Tidak ada perubahan fisik berupa BAU, WARNA, BENTUK, dan FISIK.
KIAT-KIAT
1. Hindari kemasan yang rusak 2. Belilah produk yang sudah terdaftar di Depkes 3. Alamat produsen harus jelas 4. Hindari kemasan yang tidak berlabel dan tidak menggunakan bahasa Indonesia 5. Perhatikan label terutama masa kadaluarsa, petunjuk pemakaian, dan penyimpanan. 6. Tidak mengandung bahan tambahan yang berbahaya bagi kesehatan 7. Tidak terpengaruh iklan
Kami berharap kita bijaksana dalam menerima informasi, meneliti dengan seksama dan tidak terperangkap dalam prasangka buruk dan fitnah.
Dengan setulus hati kami ucapkan terima kasih atas dukungan rekan-rekan dan mohon maaf bagi yang tidak berkenan,.
Salam,
Ika
Gasol Pertanian Organik -------------------- Setelah hampir 2 tahun berlangganan majalah-majalah yang membahas mengenai orangtua, bayi dan anak, maka saya membuat ranking majalah-majalah tersebut dari yang paling TOP sampai yang biasa saja. 1. Mother & Baby 2. AyahBunda 3. Parenting 4. Parents Indonesia 5. Parents Guide KELAS EDUKASI DASAR:
(1) BREASTFEEDING BASICS (BB)
Dalam kelas ini akan dibahas berbagai topik, seperti: (a) tatalaksana IMD; (b) mengapa ASI – resiko pemberian susu formula, (c) manfaat ASI bagi ibu dan bayi, (d) perkenalan anatomi payudara, (e) berbagai posisi menyusui, (f) pelekatan yang benar, dan (g) kiat-kiat sukses menyusui.
Para peserta kelas ini juga akan mempraktekan secara langsung berbagai posisi menyusui, pijat ibu untuk melancarkan ASI, dan juga akan menonton video IMD serta video menyusui keluaran dr. Jack Newman, MD, pakar laktasi dari Kanada.
(2) MPASI DASAR (MD)
Para moms yang sebentar lagi buah hati tercinta akan jadi sarjana ASIX, tentu tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mendapatkan serba-serbi ilmu dalam rangka mempersiapkan MPASI pertama. Di kelas ini para moms akan belajar teori dasar MPASI untuk bayi 6-9 bulan, kemudian ada tips untuk mempersiapkan MPASI homemade (tidak mengandung garam, gula dan bahan pengawet/artifisial)...termasuk ada demo masaknya juga loh (kayak Rudy Choirudin...hehehe...)...trus ada penjelasan mengenai kandungan gizi MPASI homemade, peragaan alat- alat untuk mempersiapkan MPASI...tips traveling dengan bayi…dan gak ketinggalan para peserta juga akan mendapatkan kumpulan resep2 MPASI dasar...!!!
KELAS EDUKASI LANJUTAN:
(1) BREASTFEEDING TIPS FOR WORKING MOMS (WM)
Ibu-ibu menyusui yang juga bekerja diluar rumah perlu diberikan dukungan penuh supaya tetap dapat menyusui, minimal secara eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayinya. Untuk ini, perlu diberikan informasi, dukungan serta pelatihan secara khusus mengenai beberapa topik yang dapat membantu dalam pencapaian target tersebut, seperti:
- hak2 ibu bekerja untuk tetap menyusui - persiapan untuk kembali bekerja - tips meningkatkan supply ASI - anatomi payudara - teknik memerah, menyimpan dan memberikan ASIP
Tidak ketinggalan ada praktek langsung: - memijat payudara - memerah ASI dengan tangan - pijat punggung untuk melancarkan ASI Ditambah lagi dengan menonton langsung video memerah ASI dengan tangan, demo memberikan ASIP dengan cangkir/cawan...dan...presentasi dari Medela mengenai aneka Breastpump dan cara penggunaan yang benar.
(2) MPASI LANJUTAN (ML)
Kelas ini merupakan lanjutan dari kelas MPASI Dasar...kembali memperkenalkan MPASI homemade untuk bayi berusia 9-12 bulan...dan juga pembahasan secara khusus mengenai menu makanan untuk anak usia diatas 1 tahun...tentu tidak ketinggalan demo memasak dan kumpulan resep2 MPASI lanjutan. Topik yang akan dibahas:
1. Teori Dasar MPASI lanjutan 2. Piknik Bersama si kecil (makanan beku) 3. Makanan untuk anak diatas 1 tahun
(3) COMMON PROBLEMS IN BREASTFEEDING (CP)
Puting lecet...luka...sampai berdarah? Payudara terasa keras, bengkak sampai badan meriang? Bayi menangis terus...bayi menolak menyusu langsung dari payudara...produksi ASIP tiba2 menurun...? memang ada saja permasalahan yang dapat dijumpai selama perjalanan kita menyusui sang buah hati. Mari kita bahas secara bersama2 berbagai common problems tersebut.
- puting lecet dan luka, candida (thrush) - membedakan payudara bengkak, tersumbat, mastitis dan abses - mengapa bayiku menangis terus? - aneka bentuk, rupa dan warna feces bayi ASIX - breast refusal (menolak menyusu langsung dari payudara) - produksi ASI tiba2 menurun - beda nursing strike (tiba2 menolak menyusu) & early weaning - weaning with love Juga akan dipraktekkan metode pemberian tambahan asupan melalui sistem Supplementary Nursing.
JADWAL KELAS: (1) Sabtu, 5 April 2008, mulai jam 09.00 WIB: Kelas ML (2) Sabtu, 19 April 2008, mulai jam 08.30 WIB: Kelas BB (3) Sabtu, 3 Mei 2008, mulai jam 09.00 WIB: Kelas MD (4) Sabtu, 17 Mei 2008, mulai jam 08.30 WIB: Kelas WM (5) Sabtu, 7 Juni 2008, mulai jam 09.00 WIB: Kelas ML (6) Sabtu, 21 Juni 2008, mulai jam 08.30 WIB: Kelas CP
LOKASI: Mom's & I, Jl. Kemang Raya 18C, Jakarta Selatan
HTM (termasuk snack, CD materi, goodie bag, kuis berhadiah): Kelas Edukasi Dasar (BB, MD): - Member AIMI: Rp. 90.000,-/pax atau Rp. 160.000,-/couple* - Umum: Rp. 100.000,-/pax atau Rp. 180.000,-/couple* Kelas Edukasi Lanjutan (WM, ML, CP): - Member AIMI: Rp. 112.500,-/pax atau 207.000,/couple* - Umum: Rp. 125.000,-/pax atau Rp. 230.000,-/couple* Paket 5 kelas (BB, MD, WM, ML, CP + sertifikat kehadiran): - Member AIMI: Rp. 450.000,-/pax atau Rp. 765.000,-/couple* - Umum: Rp. 500.000,-/pax atau Rp. 850.000,-/couple*
* Couple: hanya mendapatkan 1 buah goodybag
INFO: Putri: 0857 1000 2671
REGISTRASI: daftar-kelas@aimi-asi.org, atau SMS ke Putri dengan format: nama#alamat email#nama kelas#tanggal kelas#member (no. member)/umum#jumlah kursi Contoh: mia# mia@yahoo.com#CP#29maret#member(20070001)#2 AIMI : Kembali ke ASI sebagai Nutrisi Terbaik untuk Bayi
Ditengah maraknya berita mengenai bakteri Enterobacter Sakazakii yang mencemari berbagai produk susu formula dan makanan instan untuk bayi dan balita (yang hasil penelitiannya sebenar sudah dirampungkan oleh para peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan dilaporkan kepada BPOM sejak tahun 2006), Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) menyerukan ajakan untuk kembali ke Air Susu Ibu (ASI) sebagai satu-satunya sumber nutrisi yang terlengkap dan terbaik untuk bayi dan balita.
Ketua AIMI Mia Sutanto dalam siaran persnya mengatakan, bukti yang menguatkan pernyataan tersebut semakin tak terbantahkan. “Nutrisi dan kalori yang terkandung di dalam ASI sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi, jadi tak perlu tambahan susu formula apapun” katanya di Jakarta, kemarin (26/2).
ASI mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, air garam dan gula yang semuanya sudah secara khusus dikomposisikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing bayi. Lebih lanjut Mia menjelaskan, ASI mengandung sel-sel hidup yang berperan sebagai zat anti infeksi dan imunitas alami untuk melindungi bayi dari berbagai ancaman penyakit. “Tentu sel-sel hidup ini tidak ada dalam produk susu formula.” katanya.
Oleh karena itu, “Bicara mengenai keunggulan ASI dibandingkan dengan susu formula sudah pasti sangat banyak, selain dari segi kandungan dan kecukupan nutrisi, kemudian faktor imunitas atau perlindungan tubuh, juga dari segi kedekatan ibu dan anak (bonding) yang tak akan tertandingi oleh apapun,” tambahnya.
Mia kemudian melanjutkan, AIMI akan secara konsisten terus menyerukan kepada seluruh ibu-ibu di Indonesia untuk kembali memberikan ASI kepada bayinya. “Jangan mempertaruhkan masa depan bayi-bayi Indonesia dengan tidak memberikan ASI, yang sudah terbukti merupakan makanan yang paling bagus, paling lengkap dan paling higienis untuk dikonsumsi oleh bayi.”
Memberikan ASI sebagai satu-satunya nutrisi terbaik untuk bayi, lanjut Mia, memang membutuhkan persiapan khusus sejak masa kehamilan. “Namun semua proses persiapan untuk memberikan ASI bisa dilakukan dengan mudah karena bekal utamanya hanyalah pengetahuan yang memadai dan pikiran positif dan niat si ibu untuk memberikan ASI kepada bayinya serta dukungan dari keluarga dan masyarakat sekitar,” jelasnya.
Sesuai dengan rekomendasi WHO/UNICEF dan juga Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), untuk bayi harus diberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan pertama dan kemudian dilanjutkan dengan MPASI (makanan pendamping ASI) yang berkualitas. ASI diteruskan hingga 2 tahun atau lebih sesuai dengan keinginan ibu dan bayi.
Selanjutnya, karena ASI bisa memenuhi kebutuhan kalori sebesar 100% untuk bayi yang berusia 0-6 bulan, 70% untuk usia bayi 6-12 bulan dan 30% untuk usia anak diatas 12 bulan, maka pemberian susu tambahan setelah masa ASI Eksklusif juga tidak diperlukan. “Saat ini masih banyak ibu yang berpendapat bahwa setelah masa ASI Eksklusif pemberian susu formula untuk bayi diatas 6 bulan atau diatas 1 tahun menjadi kebutuhan wajib, padahal selama anak masih mendapatkan ASI hal tersebut tidak diperlukan,” tandasnya. Mia kemudian menambahkan bahwa, apabila karena sesuatu hal orangtua memilih untuk memberikan susu formula kepada bayinya, ada 3 hal yang perlu diingat, “Susu formula bukanlah produk yang steril, tidak ada satupun susu formula yang komposisi dan kualitasnya mendekati ASI, dan pemberian susu formula bukannya tanpa resiko,” tegasnya.
AIMI juga sangat menyayangkan pernyataan yang dikeluarkan oleh Menteri Kesehatan RI Siti Fadilah Supari bahwa temuan IPB ini merupakan salah satu bentuk perang produk. “Sangat tidak pada tempatnya Menteri Kesehatan yang seharusnya menyikapi temuan ini dengan arif dan mencermatinya secara positif, malah mengeluarkan pernyataan prematur yang cenderung bersifat defensif dan memihak pada produsen susu formula dengan mendiskriditkan temuan tersebut,” tegas Mia. Seharusnya dalam kapasitasnya sebagai Menteri Kesehatan, tujuan utamanya adalah melindungi kepentingan masyarakat (bukan kepentingan pengusaha) dengan segera menindaklanjuti temuan tersebut dan selanjutnya mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna mencegah timbulnya keresahan serta terjadinya kerugian yang lebih besar pada masyarakat. *******
Contact Person AIMI:
Mia Sutanto, Ketua
mia.sutanto@aimi-asi.org
HP: 0815 1000 2584
Yuyuk Andriati, Divisi Komunikasi
yeye@aimi-asi.org
HP: 0811 971509
Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI)
Graha MDS Lt.3
Pusat Niaga Mas Fatmawati Blok B1/34
Jln. RS Fatmawati No. 39 Jakarta
www.aimi-asi.org
| |